
MiM
terlahir, aku menyebutnya Ibu
terpandu terang, aku menyebutnya Maha Guru
terasa cinta, aku sebut ialah Hawa
terjaga, aku sebut ia Bapa
masa lukaku, akuku menyebutnya..
masa bahagia, akuku menyebutnya..
dan saat akuku tak kuat menyebutnya
berharap ia yang telah melumpuhkan lidahku
dan saat akuku mati!
berharap ia yang telah mengutus ruh mautnya
aku takpeduli badai, karena aku takbenci udara
aku takpeduli sengatan, karena aku takbenci api
aku takpeduli gelombang, karena aku takbenci air
aku takpeduli lindu, karena aku takbenci tanah
aku hanya rela, apa yang Ia Minta...
aku takterpedulikan syurga
aku takterpedulikan neraka
aku telah rela, jadi yang Ia Rela..
sajak MiM/soda/07........................


No comments:
Post a Comment