<< Emperan Kedai ][ Imaji Delivery ][ Kari Imaji ][ Kari Cover ][ Imaji Tafsir ][ Seratan Abdi ][ Pepesan Warta ][ Lalapan & Cemilan ][ Secangkir Madu ][ nge-Liricks ][ Sajak Retak ] [Selilit] [ Dar-G Multiply >>
Kedai Imaji Menghaturkan: Selamat Memasuki Bulan Agung Sy'ban dan Ramdahan..

Saturday, August 18, 2007

Lalapan



Pesan Garuda
Untuk Bangsa

"Terima kasih, banyak dari kalian semua yang telah mengirimkan karangan bunga di hari Ultahku yang ke-62.."

"Tapi Mohon Maaf, keadaanku saat ini tidak seperkasa yang kalian semua kira. Aku belum bisa tangguh dalam menghadapi cuaca, serangan hama, tetikus dan serangga. Bahkan tahu sendiri, akhir-akhir ini buluku banyak yang rontok. Apalagi sekarang, gak tahu dari mana, makin terasa banyak segerombolan nyamuk padang pasir yang datang mengusik.."
"Dan tanpa kalian semua, tentu saja aku bukan apa-apa. Maka di hari yang mulia ini aku memohon..

Jernihkanlah jiwa dan raga.., aktifkan baik-baik naluri toleransi.., hilangkan dendam, tanamlah kebijaksanaan.., hidupkan lagi budaya gotong-royong.., tingkatkan profesionalisme dalam segala bentuk kreatifitas dan produktifitas; dengan kerja cerdas, kerja keras, dan kerja ikhlas. Dan yang tak kalah penting, sematkan ruh nasionalisme dan semangat jiwa ber-Bhineka Tunggal Ika.."

" Semua itu agar mataku kembali tajam..
pelatukku makin runcing..
buluku jadi lebat dan indah..
tegap gagah dadaku..
kokoh sayapku untuk terbang tinggi..
dan kuat cengkramanku ditengah terjangan badai.."

"Dan pasti, semua akan hormat pada Garudamu...
Dan pasti, semua akan segan pada Garudamu.."
"Namun aku juga gak bisa memaksa, apalagi jika kalian masih malas atau ternyata lebih gandrungi perbuatannya cecurut, babi, anjing atau nyamuk dan sekawanan hama-hama serangga itu.."

"Apa perlu kiranya, aku tuliskan surat wasiat saja...?"
"Tapi tidak, aku masih menaruh harapan besar pada segenap penghulu bangsa juga pada generasi muda putra-putri indonesia..."
"Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 62."

"Uhuk, uhuk.."
" Oh ya, sebagai hadiah, aku benar-benar ingin menyanyikan sebuah lagu untuk kalian, tapi karena suaraku masih serak, bagaimana kalau kita nyanyikan lagu Bang Iwan ini bersama-sama..."
"tak habis pikir aku tak mengerti
mengapa ada orang yang senang membunuh
hanya karena uang semata
atau demi kuasa dan nama..
...
bagi kita rakyat biasa
tak berdaya di todong senjata
mencuri hidup yang hanya sekali
hanya berdoa yang kita bisa
...
dendam-dendam celaka
menghasut kita tak jemu menggoda
damai-damai dimana
bersembunyi tak ada wujudnya
...
kapan berakhirnya situasi seperti ini
tidak bisakah kita saling berpelukan
bukankah indah hidup bersama
saling berbagi saling mencinta
terasa hangat sampai ke jiwa
memancar ke penjuru dunia
...
jangan goyah percayalah teman
perang itu melawan diri sendiri
selamat datang kemerdekaan
kalau kita mampu menahan diri.."




(Lalapan kemerdekaan/soda/07)



No comments: